Anak berhak Bahagia, tanamkan 5 hal ini sebelum memutuskan mempunyai anak

 

Anak berhak Bahagia, tanamkan 5 hal ini sebelum memutuskan mempunyai anak

                                   sumber foto: MGH center for womens mental health

Mempunyai keturunan meruapakan harapan bagi seluruh pasangan suami istri yang ada di dunia. Pasangan suami istri pasti ingin melihat anak nya bertumbuh dan berkembang dengan keunikan nya masing masing begitukan yang di ingin kan semua calon orang tua?

Namun mempunyai anak itu banyak tantangan nya yang bener bener harus dihadapi kedepan nya karna anak bukan seperti boneka, anak adalah titipin sekaligus anugrah dari tuhan yang harus kita jaga dan rawat dengan sebaik mungkin.

Nah dibawah ini ada beberapa hal yang pastinya harus kalian tanamkan sebelum menjadi orang tua.

1.    Anak tidak bisa dijadikan asset untuk investasi di masa depan

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa memiliki anak adalah sebuah kewajiban karena nantinya bisa mengurus orang tua nya jikalau sudah tua.

Bahkan banyak desakan kepada pasangan suami istri yang memiliki anak tunggal mulai dari tetangga bahkan mertua semuanya mendesak agar memiliki momongan baru dengan alasan mereka merasa kasihan Ketika melihat anak hanya seorang diri.

2.    Setiap anak berhak mendapat jaminan dari orang tuanya untuk berpendidikan tinggi serta makan makanan bergizi

Jangan menyekolahkan anak hanya untuk mendapat ijazah saja karena di lingkungan sekolah bukan hanya ilmu yang di dapatkan tetapi karakter anak akan terbentuk dari lingkup pertemanannya, di era sekarang kita dituntut untuk bersaing bukan hanya untuk menjadi yang baik tetapi kita harus bisa menjadi yang terbaik, sekolah kan anak kalian di sekolah terbaik agar memperoleh jalan yang luas dan peluang yang besar saat dewasa nanti.

Juga kalian harus memenuhi kebutuhan nutrisinya beri asupan yang baik jangan asal perut kenyang, percaya lah sumber pangan yang baik akan menjadi alat pembentuk kecerdasan anak.

 

3.    Bukan hanya uang, berilah support dan jadikan lah kamu sebagai tempat cerita anak mu.

Setelah urusan keuangan terselesaikan ada juga nutrisi lain yang harus di penuhi yaitu nutrisi mental, banyak kali cerita tentang orang tua nya yang kaya raya namun anaknya ter abaikan, walaupun orang tuanya mampu membayar pengasuh, memberikan les privat namun tetap seorang anak pasti menginginkan kasih sayang dari ibu dan ayah nya.

Puji lah anak dengan kalimat kalimat penyemangat ucapakan lah bahwa kamu bangga padanya dan kamu harus mendengarkan keluh kesah anak mu kamu pun harus menjadi pendengar yang baik untuk mendengarkan cerita cerita anak mu.

4.    Setiap anak mempunyai kemampuan dan kreativitas masing masing jadi biarkan anak memilih karier nya sendiri.

Banyak sekali kasusnya orang tua membandingkan anaknya dengan orang lain yang tentu setiap anak itu mempunyai kemampuan yang berbeda beda, orang tua itu mengganggap keberhasilan orang lain juga harus di raih anaknya, padahal nyatanya fasilitas dan hambatan yang dihadapi juga tidak sama, biarkan lah anak memilih jalan karier nya sesuai dengan kesukaan mereka biar lah mereka menjalaninya dengan rasa senang bukan karna keterpaksaan.

5.    Jangan biarkan anak mu mengalami hal negative yang kamu alami dulu

Mungkin dahulu banyak orang tua di masa muda nya mendapatkan hal yang menyakitkan seperti dipukul dibentak atau bahkan di ancam , tak sedikit orang juga yang mewariskan kekerasan itu kepada anaknya sendiri.

Pertanyaannya apakah kamu tega anak mu merasakan sakit seperti apa yang kalian rasakan dulu? Jika tidak ubahlah perilaku mu dari sekarang putuskan rasa sakit itu di dirimu jangan ada lagi korban selanjutnya yang merasakan pahitnya kehidupan.

Komentar